Juni dan Malam
Kepada waktu yang memisahkan jarak
Kita harus bicara!
Tentang kepekatan kita yang tidak lagi pekat.
Tentang rindu yang harap temu, tapi tetap menahan rasa.
Teruntuk malam di bulan juni
Ciptakan rindu pertemuanku dengannya
Tentang dingin dan angin menerjang rindu yang sedang bergemuruh
Akankah redah atau bertambah gusar?
Katamu untuk apa selalu bilang ‘rindu’
Bertemu saja kau tidak mau
Apalagi mencoba memeluk tubuh lebih dekat, bahkan erat.
Mungkin kini kau bosan mendengar kata ‘rindu’ yang sering aku ucap
Aku berharap ditunggu, aku juga berharap bisa kembali bertemu denganmu
Apa kau terlalu lelah menelan kata-kata manis berupa janji bertemu yang tidak menjadi nyata?
Tidakkah kau ingin bertemu, tidakkah kau rindu? Tanyamu
Tidakkah kau bosan mendegar setiap alasanku untuk saat ini? Jawabku
Teruntuk malam di bulan juni kali ini
Saat bayangan malam terang dengan bintang bermunculan
Tolong mengerti, jangan siksa aku dengan pintamu
Ini malam terakhirku untuk menjelaskan.
Teruntuk malam di bulan juni
Izinkan aku mendapati dia dalam mimpiku
Sejenakpun itu tidak apa
Asalkan ku tahu keadaannya
Kini, malam di bulan juni
Aku mengenangmu dalam diam.