Senin, 01 Juni 2026

Juni dan Malam

 Juni dan Malam


Kepada waktu yang memisahkan jarak

Kita harus bicara!

Tentang kepekatan kita yang tidak lagi pekat.

Tentang rindu yang harap temu, tapi tetap menahan rasa.


Teruntuk malam di bulan juni

Ciptakan rindu pertemuanku dengannya

Tentang dingin dan angin menerjang rindu yang sedang bergemuruh

Akankah redah atau bertambah gusar?


Katamu untuk apa selalu bilang ‘rindu’

Bertemu saja kau tidak mau

Apalagi mencoba memeluk tubuh lebih dekat, bahkan erat.


Mungkin kini kau bosan mendengar kata ‘rindu’ yang sering aku ucap


Aku berharap ditunggu, aku juga berharap bisa kembali bertemu denganmu


Apa kau terlalu lelah menelan kata-kata manis berupa janji bertemu yang tidak menjadi nyata?


Tidakkah kau ingin bertemu, tidakkah kau rindu? Tanyamu

Tidakkah kau bosan mendegar setiap alasanku untuk saat ini? Jawabku


Teruntuk malam di bulan juni kali ini

Saat bayangan malam terang dengan bintang bermunculan

Tolong mengerti, jangan siksa aku dengan pintamu


Ini malam terakhirku untuk menjelaskan.


Teruntuk malam di bulan juni

Izinkan aku mendapati dia dalam mimpiku

Sejenakpun itu tidak apa

Asalkan ku tahu keadaannya


Kini, malam di bulan juni

Aku mengenangmu dalam diam.